Terik Matahari begitu menyengat, membuat kerongkongan kering. Ibarat kehausan mungkin air perasan jeruk begitu nikmat hingga membuat lidah kita terusik untuk meminumnya, tegukan pertama begitu nikmat “Sungguh begitu indah Nikmat MU” yang tidak setiap dari kita sadar akan nikmat dan karuniaNYA berupa air yang menyegarkan tubuh kita yang sudah lesu. Tegukan Ke dua masih nikmat,hingga tegukan ketiga dan seterusnya terasa biasa karena perut kita sudah banyak terpenuhi air.

Minum memang kebutuhan kita, tanpa minum orang sudah pasti mati karena 80% dari tubuh kita terdiri dari air. Belajar juga kebutuhan kita, Sudahkah dari kita menyempatkan belajar setiap bulannya?setiap harinya?setiap menitnya?mungkin juga setiap detiknya?. Kalau kita haus mungkin kita akan menyegerakan ke warung atau minimarket hanya sekedar membeli minum mulai dari es teh sampai minuman suplemen. Itu sudah tentu mengeluarkan rupiah kita,Tapi kalau untuk belajar sudah berapa banyak yang harus kita keluarkan dari sejak lahir samapai sekarang? Tentu kalau dihitung sudah banyak juga, akan tetapi setiap bulannya mungkin sebagian dari kita atau bahkan semua dari kita tidak berfikir untuk menyisihkan uang untuk belajar kita.

Belajar Sepajang Hayat. Islam sangat menekankan umatnya untuk selalu menuntut ilmu. Hal ini bahkan merupakan salah satu alat untuk menggiring umat kepada pencerahan intelektual, sekaligus sebagai upaya mengembangkan potensi umat menuju pada kehidupan yang lebih baik. Perintah untuk menuntut ilmu, bahkan sama sekali tidak dibatasi oleh waktu. Setiap orang, baik laki – laki maupun perempuan, memiliki hak yang sama untuk belajar sepanjang usianya. Menuntut ilmu, baik itu ilmu – ilmu agama maupun keduniaan, sama pentingnya, karena pada hakekatnya semua ilmu itu datang dari Allah sebagai hidayah bagi manusia. Kecintaan pada ilmu, akan mengangkat manusia pada derajat yang tinggi. Dengan ilmu, fungsi kekhalifahan manusia akan lebih kuat bahkan dapat mengantarkan manusia itu sendiri kepada pemahaman yang benar terhadap tuhannya. Allah Swt telah menegaskan dalam firman-Nya Qs Al Alaq ayat 1- 4. “ Bacalah dengan ( menyebut ) nama tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan tuhanmulah yang maha pemurah, yang mengajar ( manusia ) dengan perantaraan kalam, Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

 YA belajar dan belajar memang diharuskan untuk kita (nunosastro)